Sucindah
Waaaaah.. ga terasa sekarang gue sudah berada di bulan Februari yang penuh dengan kesibukan yang terkadang menyusahkan dan ada juga yang cukup menyenangkan.. :D

Awal bulan, gue udah disuguhin sama ulangan-ulangan yang terus berdatangan dan ga lupa juga UTS yang baru aja gue lewatin. UTS gue penuh dengan rintangan, mulai dari soal yang sulit sampai soal yang menjebak, tapi itulah resiko gue di kelas gue. Bukan cuma itu, masih ada BUGEMM yang sekarang sudah datang lagi menganggu ketenteraman hidup gue.

BUGEMM sebenernya bukan sesuatu yang sangat sulit untuk dibuat, tapi disaat membuat BUGEMM itu selalu ada tekanan yang membuat suatu anggapan buruk tentang BUGEMM. BUGEMM terlahir dengan semua keguannya yang baik untuk kehidupan nanti saat membuat skripsi. Itu memang tidak begitu menyenangkan, tapi itu adalah salah satu bantuan untuk masa depan...

Ini adalah BUGEMM gue yang kedua. Gue udah ngajuin judul terbaru dan sudah di-acc, tapi gue berencana ganti judul karena gue pengen judul yang leih bagus. Selain itu, gue mau memanfaatkan hari2 di rumah untuk buat BUGEMM gue karena gue udah bosen dikejer-kejer ama waktu lagi. Selain itu, gue ga mau nambah ribet mikirin BUGEMM saat gue udah mulai ulangan semester 2 buat kenaikan kelas nanti !!!

BBBBB UGEMM....
B B
B B
B B
BBBBB Kami sudah dan harus sudah siap dari sekarang !!
B B
B B
B B
BBBBB
Sucindah

Ini gue, Suci Indah Sari

Gue ga tau ini aib atau hal yang bisa dibanggain, tapi ini gue.
Gue cuma mau buat suatu kenangan dalam blog gue dan supaya akhirnya ada postingan.

Pengukuhan ekskul adalah salah satu pengalaman yang rasanya campur aduk, mulai dari deg-degan, seneng, gila-gilaan, dan semuanya yang mungkin belum pernah gue lakuin sebelumnya.
Sebenernya acaranya ga begitu seru pas pengukuhan, tapi perasaan gue yang bilang kalo semua itu memiliki sisi yang menyenangkan.
Gue yang sudah melewati pengukuhan ekskul, masih belum bisa dikukuhin dalam ekskul Perwira 17, soalnya kami belum kena ritual yang kayaknya bakal disiram gitulah, uhh -,-


Pengukuhan ekskul sekolah itu menurut gue hal yang keren, dimana kita bisa menunjukkan yang terbaik dari ekskul kita, dan melakukan yang terbaik untuk ekskul masing-masing.
Disana, kita melakukan jingle ekskul, ga ada lagi kata malu buat melakukan hal gila disana
dan semuanya kini sudah lewat dan yasudahlah :D
Pas pengukuhan ekskul, kami melakukan demo pagi (unjuk bakat masing-masing ekskul), jingle (nyanyi sambil gerak-gerak gitulah) dan malem seni (pertunjukkan seni dari masing-masing ekskul)
Meskipun ekskul kami tidak menang, tapi itu adalah salah satu hal yang sudah cukup menyenang kan yeyey :D
Selain itu, di pengukuhan ekskul, gue bisa ketemu orang yang gue suka waktu itu
. Meskipun gue ga nyadar kalo yang ditemuin sama gue itu sercingan gue, tapi gue sudah cukup seneng dengan pernah ngobrol sama dia. Itu adalah bagian yang paling menyenangkan bagi gue bisa ketemu dan ngobrol sama Code X, tapi yasudahlah dan makasih buat kakak-kakak angka aku yang sudah buat aku ketemu dia :)
Semoga semuanya terus berjalan lancar dan makasih buat Pengukuhan Ekskul :p





Sucindah

AKU, BEBAN, DAN PENJARA

Tertekan, aku sudah bosan terus ditekan oleh kebohonganku selama ini. Aku sudah lelah, bahkan sangat lelah dengan semua tekanan ini. Disini, di tempat yang sunyi ini, dimana jeruji besi mengelilngiku, mungkin merupakan tempat yang terbaik bagiku membalas semuanya. Tempatku ini memang buruk bahkan sangat buruk, tetapi sekarang mungkin lebih baik daripada disana, tepatnya diluar sana dimana mungkin ragaku bebas dengan jiwaku yang sangat sepi. Meski di tempat ini, di penjara, aku merasa memiliki jiwaku yang sesungguhnya tanpa harus memikirkan apapun yang terjadi diluar sana, di dunia yang penuh dengan beban dan tekanan serta ketakutan akan hukum. Ini penjara ragaku tetapi bukan penjara jiwaku.

Di tempat ini, tak hanya ada aku,ad tetanggaku yaitu Jono sang pengusaha yang telah jatuh karena hutangnya, dan juga Bayu si penipu ulung yang akhirnya tertangkap. Tempat ini telah menyadarkan kami, menyadarkan dari kekelaman hidup kami selama ini meskipun harus merasa sesak akan kehidupan dimana kami sekarang ini hanyalah angka nol. Dan ini adalah awal dari hariku dan kehidupanku yang baru.

“Mengapa kau bisa masuk ke tempat seperti ini ?” Tanya Jono.

“Aku ketahuan mengobyek pajak perusahaan temanku.” Jawabku.

“Oh, bagaimana dengan keluargamu?” Tanya Jono lagi.

“Keluargaku sudah tidak ada.” Jawabku dingin.

Keluargaku sebenarnya masih ada diluar sana dan semoga sedang baik-baik saja sekarang disana. Akupun tidak mau merusak nama keluargaku karena kesalahnku. Meskipun kini, istriku telah pergi dengan laki-laki baru pilihannya yang masih muda dan kaya, tidak sepertiku yang tidak bisa apa-apa lagi disini. Begitu juga putriku yang kini sudah hidup bahagia dengan suaminya meski harus merubah hidupnya menjadi sederhana karena ketidaksetujuanku dulu dengan suaminya yang menyebabkan ia kabur dengan orang yang sangat dicintainya. Semua itu memang berawal dari kebodohanku dan berakhir dengan hasil seperti ini.

Jono hanya dapat menatapku dengan merasa tidak enak tentang pertanyaanya tadi, meskipun ia sebenarnya tidak tahu bahwa kenyataannya lebih buruk dari jawabanku itu.

Lalu aku pun bertanya “Mengapa kalian bisa masuk penjara?”.

“Karena aku sudah bosan menipu dan terus bersembunyi dari kejaran polisi.” Ungkap Bayu dengan logat Bataknya.

“Kalau aku, karena kebodohanku mengelola perusahaan sehingga ditipu oleh temanku sendiri.” Ucap Jono.

Kurasa, kesalahan yang mereka lakukan tidak sebodoh aku. Sebodoh aku yang telah membuat banyak orang khususnya rakyat miskin tidak dapat mendapatkan suatu kesejahteraan karena orang-orang sepertiku yang membuat sebuah penyesalan besar dalam hidupku. Jikapun aku telah mengucapkan maaf dengan sungguh-sungguh dan telah mengembalikan semua hasil perbuatan haramku, itu semua tidak cukup. Sangat banyak rakyat yang menanti kesejahteraannya, sedangkan aku dengan mudah merenggut semua harapan mereka itu.

Aku, orang yang sangat wajar dibenci oleh banyak orang karena kesalahanku di masa lampau. Tapi, tidak semuanya itu kesalahanku, karena sebenarnya aku adalah orang yang diperalat oleh atasanku karena menganggapku dapat dibodohi dengan melakukan semua kesalahan yang telah kulakukan itu. Kini semuanya hanya penyesalan yang tiada akhir jika aku tidak bisa menjadi orang yang ikhlas menerima semuanya. Dan kini tidak ada alasan bagiku untuk tidak ikhlas karena aku pun sudah cukup puas sekarang.